PENYELESAIAN PERKARA CERAI GUGAT OLEH MEDIATOR DI PENGADILAN AGAMA

Mardalena Hanifah(1),


(1) Dosen Pengajar Hukum Acara Perdata pada Fakultas Hukum Universitas Riau, Pekanbaru
Corresponding Author

Abstract


Mediasi merupakan cara penyelesaian sengketa melalui proses damai yaitu para pihak yang bersengketa menyerahkan penyelesaiannya kepada seorang mediator untuk mencapai hasil akhir yang adil, tanpa membuang biaya yang besar. Keharusan melaksanakan mediasi berlaku dalam proses berperkara di pengadilan baik dalam lingkungan peradilan umum maupun peradilan agama. Salah satu ketentuan menarik dari Pasal 2 Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan adalah ketentuan yang tidak boleh diabaikan serta perlu di perhatikan oleh berbagai pihak, karena konsekuensi hukumnya adalah putusan batal demi hukum jika tidak melakukan prosedur mediasi yang didasarkan pada Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Pasal 3 (2) Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Prosedur Mediasi menyatakan Hakim Pemeriksa Perkara dalam pertimbangan putusan wajib menyebutkan bahwa perkara telah diupayakan perdamaian melalui mediasi dengan menyebut mediatornya. Artikel ini akan mengulas tentang mediasi dalam perkara perceraian khususnya pada cerai gugat. Diterapkannya Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Prosedur Mediasi Di Pengadilan, dapat menjadi upaya penyelesaian sengketa perdata, sehingga penyelesaian sengketa perdata melalui mediasi menjadi pilihan utama. Diterapkannya Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan, dapat menjadi upaya penyelesaian perkara cerai gugat sehingga penyelesaian perkara di Pengadilan Agama melalui mediasi menjadi pilihan utama, karena dapat merundingkan keinginan para pihak dengan jalan perdamaian. Upaya mediasi tentunya akan menguntungkan pula bagi pengadilan karena penggunaan mediasi diharapkan dapat mengatasi masalah penumpukan perkara.


Keywords


cerai gugat, mediasi, pengadilan agama.

References


Buku

Amriani, Nurnaningsih. 2012, Mediasi Alternative Penyelesaian Sengketa di Pengadilan, Rajawali Pers, Jakarta.

Joses Sembiring, Jimmy. 2011, Cara Menyelesaikan Sengketa di Luar Pengadilan, Visimedia, Jakarta.

Manan, Abdul. 2005, Penerapan Hukum Acara Perdata di Lingkungan Peradilan Agama, Kencana Prenada Media, Jakarta.

Rahmahdi, Takdir. 2010, Mediasi Penyelesaian Sengketa Melalui Pendekatan Mufakat. Rajawali Pers, Jakarta.

Soekanto, Soerjono. 2007, Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penegakan Hukum, Raja Grafindo, 2007.

Syukur, Fatahillah A. 2012, Mediasi Yudisial di Indonesia, Mandar Maju, Bandung.

Peraturan Perundang-Undangan

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 1974 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3019).

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 1989 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3400).

Peraturan Pemerintah Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam.

Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2003 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan.

Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan.

Jurnal/Sripsi/Tesis/Makalah/Kamus/Proseding

Afandi, Dedi. 2009. Mediasi: Alternatif Penyelesaian Sengketa Medis, Jurnal, Fakultas Kedokteran Universitas Riau, Pekanbaru, Vol. 59.

Hanifah, Mardalena, 25–28 Agustus 2015, Mediasi Merupakan Penyelesaian Sengketa Terbaik dalam Sengketa Perdata di Pengadilan,

Kompilasi Materi Plenary Session dan Abstrak Pararel Session Konferensi Nasional HAPER, Fakultas Hukum Universitas Airlangga,

Surabaya, hlm. 3.

Wawancara

Wawancara dengan Bapak Drs. H. Syaifuddin, SH.,M.Hum. selaku Ketua Pengadilan Agama Pekanbaru, Hari kamis, 12 November 2015, bertempat di Pengadilan Agama Pekanbaru.

Wawancara dengan ibu Hj. Marsyidah,SH. selaku Panitra Muda Hukum, Hari Senin, 2 November 2015, bertempat di Pengadilan Agama Pekanbaru.

Wawancara dengan ibu Noviarni dan Bapak Zuharnel Ma’as selaku Hakim Mediator di Pengadilan Agama Pekanbaru, Hari Jumat, 29 Januari 2016, bertempat di Pengadilan Agama Pekanbaru.

Wawancara dengan bapak Zaini Usman selaku Hakim Mediator di Pengadilan Agama Pekanbaru, Hari Jumat, 29 Januari 2016, bertempat di Pengadilan Agama Pekanbaru.

Wawancara dengan bapak Muslim Djamaluddin selaku Hakim Mediator di Pengadilan Agama Pekanbaru, Hari Jumat, 29 Januari 2016, bertempat di Pengadilan Agama Pekanbaru.

Wawancara dengan bapak Barnawi selaku Hakim Mediator di Pengadilan Agama Pekanbaru, Hari Jumat, 29 Januari 2016, bertempat di Pengadilan Agama Pekanbaru.

Wawancara dengan ibu Detwati selaku Hakim Mediator di Pengadilan Agama Pekanbaru, Hari Jumat, 29 Januari 2016, bertempat di Pengadilan Agama Pekanbaru

Internet

LINK terakhir diakses tanggal 30 Oktober 2015, jam 19.06 WIB.

LINK Mediasi dan Tantangannya Bagi Pengadilan Agama , terakhir diakses tanggal 30 Oktober 2015, jam 13.08 WIB.


Full Text: PDF

Article Metrics

Abstract View : 238 times
PDF Download : 31 times

DOI: 10.36913/jhaper.v3i1.45

Refbacks

  • There are currently no refbacks.