PROBLEMATIKA EKSEKUSI RESI GUDANG SEBAGAI OBYEK JAMINAN

Ninis Nugraheni(1),


(1) Dosen Pengajar Hukum Perdata pada Fakultas Hukum Universitas Hang Tuah, Surabaya
Corresponding Author

Abstract


Resi Gudang merupakan dokumen bukti kepemilikan atas barang yang disimpan di Gudang yang diterbitkan oleh Pengelola Gudang. Resi gudang sebagai agunan dapat dibebani Hak Jaminan Atas Resi Gudang (Hak Jaminan) sebagai jaminan kebendaan. Jika dikaitkan dengan sifat hak kebendaan, maka Penerima Hak Jaminan (kreditor) memiliki hak mendahului dari kreditor-kreditor yang lain. Akan tetapi dalam pelaksanaannya ternyata eksekusi Hak Jaminan memunculkan beberapa permasalahan, yang mengakibatkan kurang memberikan jaminan perlindungan hukum bagi kreditor. Kreditor mempunyai hak parate eksekusi atas objek jaminan, yaitu melalui penjualan objek jaminan resi gudang yang hanya dapat dilakukan atas sepengetahuan pihak pemberi Hak Jaminan. Pelaksanaan eksekusi diharapkan dapat dilaksanakan dengan lebih sederhana, cepat dan biaya murah, namun dalam kenyataannya, penjualan obyek jaminan berdasarkan hak untuk menjual obyek jaminan atas kekuasaan sendiri hanya dapat dilakukan atas sepengetahuan pihak pemberi hak jaminan, dengan melakukan pemberitahuan secara tertulis. Hal demikian dapat disalahgunakan oleh Kreditor yang beritikad buruk, dengan melakukan penjualan secara semena-mena dengan alasan bahwa hal tersebut telah diberitahukan kepada pemberi hak jaminan, dan tidak ada keberatan dari pemberi hak jaminan. Di sisi lain, ketentuan tersebut juga dapat membuat kedudukan Kreditor menjadi lemah, karena pemberi hak jaminan dapat beralih belum menerima pemberitahuan tertulis, sehingga eksekusi dapat digagalkan.


Keywords


Resi gudang; Jaminan; eksekusi.

References


Buku

Fuady, Munir, 2013, Hukum Jaminan Utang, Erlangga.

Hasan, Djuhaendah, 1996, Lembaga Jaminan Kebendaan Bagi Tanah dan Benda Lain Yang Melekat Pada Tanah Dalam Konsepsi Penerapan Asas Pemisahan Horisontal (Disertasi), Cet. I, Citra Aditya Bakti, Bandung.

Isnaeni, Moch., 1996, Hipotek Pesawat Udara di Indonesia, Dharma Muda, Surabaya.

Poesoko, Herowati, 2007, Parate Excecutie Obyek Hak Tanggungan (Inkonsistensi, Konflik Norma dan Kesesatan Penalaran dalam UUHT), LaksBang Pressindo, Yogyakarta.

Sofwan, Sri Soedewi Masjchoen, 1980, Hukum Jaminan di Indonesia, Pokok-Pokok Hukum Jaminan dan Jaminan Perorangan, Liberty, Yogyakarta,

Peraturan Perundang-undangan

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2006 tentang Sistem Resi Gudang, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 59 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2011, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4735.

Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2006 tentang Sistem Resi Gudang.

Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 27/PMK.06/2016 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang.

Peraturan Kepala BAPPEBTI Nomor 09/BAPPEBTI/PER-SRG/7/2008 tentang Pedoman Teknis Penjaminan Resi Gudang.

Jurnal

Permana, Arief R., dan Yulita Kuntari, “Selayang Pandang Undang-Undang Resi Gudang”, Agustus 2006, Vol 4, No. 2, Buletin Hukum Perbankan dan Kebanksentralan.

Usanti, Trisadini Prasastinah, “Hak Jaminan Atas Resi Gudang Dalam Perspektif Hukum Jaminan”, Volume XIX No.3, Edisi September Tahun 2014, Jurnal Perspektif, Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya.


Full Text: PDF

Article Metrics

Abstract View : 524 times
PDF Download : 93 times

DOI: 10.36913/jhaper.v3i2.56

Refbacks

  • There are currently no refbacks.